RajaKomen

Tips Skor Tinggi TOEFL dari Alumni Sukses yang Studi di Amerika

20 Apr 2025  |  425x | Ditulis oleh : Admin
Google

Mendapatkan skor tinggi dalam tes TOEFL merupakan salah satu syarat utama untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Banyak siswa yang merasa gugup dan tidak percaya diri menghadapi ujian ini. Namun, terdapat banyak alumni yang telah berhasil mencapai impian mereka dengan skor TOEFL yang memuaskan. Dalam artikel ini, kami akan berbagi beberapa tips skor tinggi TOEFL dari alumni sukses yang telah menjalani studi di Amerika.

Salah satu alumni yang berhasil mendapatkan skor tinggi TOEFL adalah Rina, yang kini melanjutkan studi di Universitas Harvard. Ia mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilannya adalah pemahaman yang mendalam terhadap struktur tes. “Saya mencatat bagian-bagian yang paling sulit dan berlatih secara teratur. Terutama dalam bagian Listening dan Speaking,” jelasnya. Rina merekomendasikan untuk mendengarkan podcast atau menonton film berbahasa Inggris tanpa subtitle untuk meningkatkan kemampuan mendengar.

Selain itu, alumni lain, Yudha, yang kini menempuh program master's di University of California, Berkeley, memberikan tips penting mengenai persiapan membaca. “Khawatir tentang industri dan tren saat ini dalam bahasa Inggris sangat membantu. Bacalah artikel dari sumber-sumber seperti The New York Times atau National Geographic. Ini akan menambah kosakata dan memperkenalkanmu pada gaya penulisan yang beragam,” ujarnya. Yudha juga menyarankan untuk menandai kata-kata yang tidak dikenal dan mencari artinya untuk memperkaya kosakata.

Cerita sukses TOEFL lainnya datang dari Siti, yang saat ini studi di Stanford University. Siti berbagi pentingnya latihan berbicara dengan menggunakan aplikasi bahasa. Ia merekomendasikan menggunakan aplikasi seperti HelloTalk atau Tandem untuk berbicara dengan penutur asli. “Berbicara dengan orang berbeda tidak hanya membantu memperbaiki pengucapan saya, tetapi juga membuat saya lebih percaya diri,” ujarnya.

Latihan menjawab soal-soal TOEFL juga sangat disarankan. Alumni seperti Andi, yang kini belajar di University of Michigan, menyatakan, “Sangat penting untuk terbiasa dengan tipe-tipe soal yang akan keluar. Saya membeli buku latihan dan mengerjakan soal-soal TOEFL setiap hari. Saya juga memanfaatkan simulasi ujian online.” Ia menekankan bahwa melakukan simulasi dalam waktu yang ditentukan membantu mempersiapkan diri menghadapi tekanan waktu saat ujian sesungguhnya.

Ketika berbicara tentang bagian Writing, alumni berpengalaman, Nia, yang kini berkuliah di Yale University, menganjurkan untuk banyak menulis. “Saya mulai dengan menulis esai pendek setiap hari dan meminta teman untuk mereview tulisan saya. Umpan balik sangat penting untuk memperbaiki kesalahan,” katanya. Nia juga menekankan pentingnya memahami isu terkini, karena biasanya topik yang diangkat dalam bagian Writing berkaitan dengan hal-hal tersebut.

Rina, Yudha, Siti, Andi, dan Nia adalah sekian banyak alumni yang memiliki cerita sukses TOEFL dengan cara yang berbeda namun tetap berbasis pada latihan dan konsistensi. Ini menunjukkan bahwa tidak ada metode yang sama untuk semua orang, dan setiap orang harus menemukan cara yang paling cocok untuk diri mereka sendiri.

Selanjutnya, alumni yang berhasil juga sering menyarankan untuk tetap tenang dan menjaga kesehatan mental selama persiapan. Stress dapat mengganggu proses belajar, sehingga penting untuk mengatur waktu dengan baik. Banyak dari mereka yang menemukan bahwa mengatur waktu belajar dengan interval yang seimbang membantu meningkatkan fokus.

Tak kalah penting, bergabung dalam komunitas persiapan TOEFL bisa menjadi sumber dukungan dan motivasi yang baik. Banyak alumni yang saling bertukar tips skor tinggi TOEFL dan trik di grup media sosial atau forum online, yang dapat memberikan informasi terbaru seputar ujian serta membangun rasa solidaritas antar calon peserta ujian.

Berita Terkait
Baca Juga: